Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memastikan ketepatan arah kiblat mushola yang akan dibangun di lingkungan MTsN 2 Bangka Barat. Pengukuran dilakukan oleh Tim Kalibrasi Arah Kiblat Seksi Bimas Islam Kemenag Bangka Barat yang dipimpin langsung oleh Kasi Bimas Islam, Safrian Isbihani, S.Ag.
Dalam pelaksanaan pengukuran, tim melakukan proses kalibrasi secara langsung di lokasi dengan memperhatikan titik koordinat dan posisi geografis tempat pembangunan mushola. Pengukuran ini menjadi bagian penting untuk memastikan bangunan mushola nantinya memiliki arah kiblat yang tepat dan sesuai dengan ketentuan.
Safrian Isbihani mengatakan, kalibrasi arah kiblat merupakan salah satu bentuk layanan yang diberikan Seksi Bimas Islam kepada masyarakat, khususnya bagi masjid dan mushola yang akan dibangun, direnovasi, maupun yang ingin melakukan pengecekan kembali terhadap ketepatan arah kiblat.
“Mengingat arah kiblat yang tepat merupakan salah satu syarat sahnya salat, maka kalibrasi arah kiblat merupakan proses yang sangat penting dalam pembangunan sebuah masjid atau mushola. Demi memberikan rasa nyaman bagi umat Muslim dalam meraih kesempurnaan ibadah, kami selalu siap memberikan layanan kalibrasi ini,” ungkap Safrian.
Ia menambahkan, layanan kalibrasi arah kiblat merupakan bagian dari tugas dan fungsi Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang membutuhkan, baik lembaga pendidikan, pengurus masjid dan mushola maupun masyarakat secara umum.
Untuk mendapatkan layanan tersebut, masyarakat cukup mengajukan surat permohonan pengukuran arah kiblat yang disertai alamat lengkap lokasi pengukuran kepada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat atau Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Barat. Setelah permohonan diverifikasi, tim akan menindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pengukuran.
“Layanan pengukuran arah kiblat ini tidak dipungut biaya atau gratis. Kami mengimbau masyarakat maupun pengurus masjid dan mushola yang membutuhkan layanan kalibrasi agar tidak ragu mengajukan permohonan kepada KUA atau Kantor Kementerian Agama. Dengan arah kiblat yang tepat, diharapkan umat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih nyaman dan penuh ketenangan,” pungkas Safrian. (Darwin)

0 Komentar